Ahkam · Fiqh Thoharoh

Menyucikan Baju yang Terkena Darah Haid atau Air Kencing Bayi

Qonitah30 November 2014Edisi 04, Fikih Wanita Al-Ustadzah Ummu Muhammad Pembaca muslimah, semoga Allah merahmati Anda. Mayoritas wanita mengalami apa yang disebut masyarakat sebagai datang bulan atau menstruasi. Syariat menyebutnya sebagai haid. Bagaimana kalau baju kita terkena darah haid? Apakah kita bisa memakainya kembali setelah suci dari haid? Apakah kita dapat mengenakannya untuk shalat? Melihat bayi… Continue reading Menyucikan Baju yang Terkena Darah Haid atau Air Kencing Bayi

Fiqh Thoharoh

Hukum ar-Ruthubah( kelembaban pada kemaluan wanita)

Qonitah 1 December 2014  Edisi 07, Fikih Wanita Al-Ustadzah Ummu Muhammad Hukum ar-Ruthubah[1] Saudariku muslimah, pada edisi yang lalu telah dibahas dua cairan yang keluar dari tubuh wanita, yaitu madzi dan mani. Pada edisi kali ini akan dibahas cairan yang ketiga, yaitu ruthubatu farji al-mar’ah (kelembaban pada kemaluan wanita). Penulis bawakan ringkasan tulisan Dr. Ruqayyah bintu Muhammad… Continue reading Hukum ar-Ruthubah( kelembaban pada kemaluan wanita)

Fiqh Thoharoh

Hukum Wudhu Wanita Karena Menyentuh Kemaluannya

Qonitah 2 December 2014 Edisi 09, Fikih Wanita Al-Ustadzah Ummu Muhammad Masalah hukum wudhu wanita (apakah batal atau tidak) karena menyentuh farji (kemaluan)nya berkaitan dengan hukum wudhu pria karena menyentuh zakar (kemaluan) nya. Dalam hal ini ada perselisihan pendapat di kalangan ulama disebabkan adanya hadits-hadits yang bertentangan makna secara zhahirnya. Hadits-hadits tersebut adalah:   Hadits dari Busrah… Continue reading Hukum Wudhu Wanita Karena Menyentuh Kemaluannya