Serba Serbi

Permisalan Orang Yang Berpuasa

contoh botol parfum8

Berkata Rosulullah Sholallahu alaihi wasallam : Allah Subhaanahu wa Ta’ala berkata

ْ وَآمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ
فِي عِصَابَةٍ مَعَهُ صُرَّةٌ فِيهَا مِسْكٌ فَكُلُّهُمْ يَعْجَبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيحُهَا وَإِنَّ رِيحَ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Aku memerintahkan kalian puasa, dan perumpamaannya seperti seseorang berada di tengah-tengah sekelompok orang, ia membawa kantong berisi minyak misk kalian semua kagum atau semerbak aromanya mengagumkan, seseungguhnya bau (mulut) orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada wangian misk

HR At Tirmidzi no 2863 Ahmad 16718 dishohihkan Syaikh Al Albani Shohihul Jaami’ 1724

⚗Seorang yang berpuasa di misalkan dengan seorang yang menyimpan wangian misk dalam sebuah kantong lalu disembunyikan dibalik pakaiannya sehingga tidak terlihat oleh mata namun aromanya yang harum tercium setiap orang disekitarnya.

Begitu pula dengan orang yang berpuasa puasanya tidak terlihat oleh pandangan makhluk dan panca indera mereka.

Amalan puasa seperti aroma yang tercium oleh orang yang bermajelis dengan pembawa wangian misk

Demikian pula orang yang bermajelis dengan orang yang berpuasa dia akan mendapatkan manfaat dalam majelis tersebut,dia akan merasa aman dari kedustaan, kefajiran,dan kezaliman.

Inilah bentuk puasa yang disyariatkan bukan hanya sekedar menahan rasa lapar dan dahaga.
Disebutkan dalam hadits yang shohih

من لم يدع قول الزور و العمل به و الجهل فليس لله حاجة أن يدع طعامه و شربه
“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dosa dan beramal dengannya dan kebodohan maka Allah tidak butuh dengan apa yang ia tinggalkan dari makanan dan minuman”

HR Bukhari 1903 dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu

Disebutkan pula dalam hadits :
رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش

Seringkali bagian yang diperoleh orang yang berpuasa hanyalah rasa lapar dan haus

HR Ibnu Majah 1690 dan Ahmad 8639 dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu dishohihkan Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jaami’ 3488.

Puasa itu adalah menahan anggota tubuh dari dosa-dosa, menahan perut dari minuman dan makanan.

Maka bila makanan dan minuman bisa memutus dan merusak puasanya demikian pula dosa akan memutuskan pahala dan merusak buahnya,sehingga ia seperti orang yang tidak berpuasa.

Wabilus Shoyyib 32-33 karya Imam Ibnul Qayyim Rohimahullah Ta’ala

Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah


2 Ramadhan 1437
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah

Channel Telegram UI
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

Tinggalkan Balasan