Akhlak

Jangan Memberatkan Diri Dalam Menjamu Tamu

95315_menu-pesta-bayram_663_382

🍋Tamu merupakan kehormatan bagi tuan rumah sehingga mereka harus dimuliakan…

🌽Namun hal ini bukan berarti kita memaksakan dan memberatkan diri terhadap sesuatu yang tidak dimampui…

👣Pada suatu hari ada seorang tamu yang berkunjung ke rumah Salman Al Farisi maka beliau menjamu tamu tersebut sesuai dengan apa yang dimilikinya…

🍒Lalu beliau mengatakan :
“Kalau bukan karena Rosulullah Sholallahu alaihi wasallam pernah melarang kami untuk memberatkan diri dalam menjamu tamu niscaya kami akan memaksakan diri untuk menjamu anda.

📚HR Ahmad 5/441, Ath Thobroni dalam Al Kabiir 6/253
Berkata Al Haitsami dalam Majmu’ Zawaid 8/179 :
Sanad-sanad dalam kitab Al Kabiir rowi-rowinya Shohih.

💡Fikih Hadits :

📖Berkata Ibnu Baththol dalam Syarah Shohih Al Bukhori setelah menyebutkan hadits Salman :

📌Hadits ini menunjukkan bahwa bila seseorang menjamu tamu hendaknya ia menjamu dengan makanan yang ada dirumahnya dan janganlah ia memaksakan diri dengan sesuatu yang tidak ia miliki walaupun apa yang dia suguhkan dipandang tidak layak untuk tamu karena memaksakan diri dalam menjamu tamu mengandung beberapa kejelekan :

1⃣.Membuat tamu menunggu jamuan dalam keadaan ia sudah sangat lapar sehingga ini memudaratkannya.

2⃣.Bisa jadi tamu sedang tergesa-gesa dalam safarnya sehingga perjalanannya akan tertunda karena menunggu jamuan spesial kita yang sedang dipersiapkan.

3⃣. Dia telah meremehkan makanan miliknya yang merupakan anugerah Allah yang dilimpahkan padanya.

4⃣. Telah menyelisihi perintah Rosulullah Sholallahu alaihi wasallam dan melanggar larangan Beliau.

📝Alih Bahasa :
Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah


13 Rojab 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
Sidayu Gresik
Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

🔵Channel Telegram UI🔵
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺

Tinggalkan Balasan