Akhlak

Kisah Abu Bakr Bersama Tamu-Tamunya

95315_menu-pesta-bayram_663_382

Abdurrohman putra Abu Bakr Ash Shiddiq Rodhiyallahu anhu pernah bercerita :

” Abu Bakr pernah menyambut beberapa orang tamu . lalu beliau berkata kepada putranya (Abdurrohman) : Tamu-tamu ini jadi tanggung jawabmu,karena aku akan pergi menemui Nabi Sholallahu alaihi wasallam,siapkanlah jamuan untuk untuk mereka sebelum aku datang.”

Maka Abdurrohman pun menghidangkan jamuan sesuai dengan apa yang dimilikinya.

Lalu Abdurrohman berkata : Silahkan dinikmati hidangan ini ❗️

Maka para tamu menjawab : Mana pemilik rumah ini ❓

Abdurrohman hanya menjawab : Silahkan dinikmati hidangannya❗️

Para tamu menjawab : Kami tidak mau makan sampai pemilik rumah datang ❗️

Abdurrohman menjawab :
“Tolong dimakan jamuanya, karena bila ia pulang dan kalian belum menyantap jamuan ini niscaya kami akan dimarahi.

⛔️Ternyata para tamu tetap tidak mau makan.

♨️Maka aku pun tahu pasti dia akan marah padaku.

Tatkala ia datang, aku pun bersembunyi.

Ketika Abu Bakr masuk : Apa yang kalian lakukan❓

Maka mereka pun bercerita pada Abu Bakr.

Abu Bakr pun memanggil putranya : Hai Abdurrohman ❗️

Abdurrohman : ” Aku diam(tidak menjawab) ”

Abu Bakr : Hai Abdurrohman❗️

Abdurrohman : ” Aku tetap diam ”

Abu Bakr : “Hai Ghuntsar ( anak dungu ) aku bersumpah atasmu jika kamu mendengar ucapanku namun kamu tidak mendatangiku.

Abdurrohman :” Aku pun keluar.
Lalu aku katakan : tanyakan saja tamu-tamu anda ❗️

Mereka menjawab : Putramu benar,dia telah menyuguhkan jamuan untuk kami.

⛔️Abu Bakr : Berarti kalian hanya ingin menungguku ❗️aku tidak akan makan malam hari ini❗️

⛔️Para tamu : Kami juga tidak akan makan sampai engkau mau makan ❗️

♨️Abu Bakr : Belum pernah aku melihat kejelekan seperti malam ini,ada apa dengan kalian, mengapa kalian tidak mau menerima jamuan kami ❓❗️
Datangkan makanannya❗️

Abu Bakr pun mendatangi makanan dan meletakkan tangannya pada makanan seraya berkata :

Bismillah, yang pertama adalah milik syaitan(yaitu keadaan ketika beliau marah dan bersumpah).

HR Bukhari no 6140 dan Muslim no 2057

✍Catatan :
Adapun sikap tamu yang tidak mau makan kecuali bersama tuan rumah karena mereka menduga bahwa Abu Bakr tidak memiliki makanan lagi selain yang disuguhkan sehingga mereka khawatir Abu Bakr tidak kebagian makanan bila tidak makan bersama.

1.-Kalau-Ke-Timur-Tengah-Sempatkan-Diri-Makan-Khash-e1453710399910

Fikih Hadits :

Berkata Ibnu Baththol dalam Syarah Shohih Al Bukhori Rohimahullah Ta’ala :

“Fikih hadits ini adalah sudah seharusnya tuan rumah menyambut tamu dengan akhlak yang terbaik dan meninggalkan rasa berat ketika menyambut tamu agar ia bisa merasakan kesukarelaan dalam menyambut tamu.

Dan janganlah ia menahan jamuan untuk tamu karena khawatir tamu mengira anda keberatan dan marah dengan kedatangan tamu.

Ini termasuk adab islami yang akan mengokohkan rasa sayang.

Tidakkah anda melihat bahwa Ash Shiddiq tatkala melihat penolakan sang tamu untuk makan sampai ia mau makan bersama mereka maka beliau pun lebih mendahulukan makan bersama tamu dan membatalkan sumpahnya.

♨️Adapun yang membuat beliau bersumpah Wallahu A’lam karena beliau menganggap putra dan keluarganya telah melalaikan tugas menjamu tamu dan semakin memuncak kemarahannya ketika tamu telat makan malamnya sedangkan beliau adalah manusia biasa yang bisa marah serta emosi.

Namun setelah itu akhirnya beliau bisa menenangkan dirinya tatkala para tamu tetap bersikukuh untuk tidak makan bila tidak bersamanya.

Dan beliau melihat bahwa termasuk kesempurnaan kebaikan adalah memenuhi keinginan para tamu dan tidak bersikukuh dalam kemarahan dan emosi seraya mengatakan :

من خلف على يمين فرأى غيرها خيرا منها فليكفر عن يمينه وليأتي الذي هو خير”

“Barang siapa yang bersumpah untuk suatu perkara lalu ia melihat ada yang lebih baik darinya maka batalkanlah sumpahnya lalu tunaikan kafarotnya.Dan kerjakan perkara yang lebih baik tersebut.

Alih Bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah


11 Rojab 1437
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah

Channel Telegram UI
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

Tinggalkan Balasan