Menata Hati

💨 Siramlah Pasir Dihadapan Orang Yang Memuji 💨

 

  1. 5174577643_5b348308fd

🔴Dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Ada seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad [ibnul Aswad] lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata,

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَحْثِىَ فِى وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ.

“Kami diperintahkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.” (HR. Muslim no. 3002).

🌪Terkait menyiramkan pasir ke wajah orang yang memuji ada beberapa penafsiran dikalangan ulama yang disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Rohimahullah Ta’ala sebagaimana dalam kitab Fathul Bari 17/225

💨Pendapat yang kuat adalah memaknakan hadits secara tekstual sebagaimana yang diamalkan oleh sahabat Miqdad bin Aswad dan yang lainnya.
Pendapat ini dikuatkan oleh iman An Nawawi dalam syarah Shohih Muslim 18/128

✊Adapun penerapannya yaitu:
“Engkau mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan dihadapan orang yang memuji bukan kearah wajahnya.”
Demikian yang dijelaskan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad
dalam penjelasan Sunan Abi Daud.✍

💨 Siapakah Yang Pantas Disiram Pasir Wajahnya❓💨

🔴Tidak semua orang yang memuji harus kita siram dengan pasir namun Nabi kita Sholallahu alaihi wasallam telah memberikan aturan dan bimbingan kapan kita harus bersikap seperti itu.

🌑Berikut ini penjelasannya :
Ibnu Baththol rahimahullah Ta’ala:
“Yang dimaksud hadits tersebut adalah bagi siapa yang memuji orang lain dan pujian itu tidak ada pada orang yang dipuji.

⭕️Pujian ini juga terlarang jika tidak aman dari ujub (menyombongkan diri) bahwa kedudukan orang yang dipuji memang seperti pujian itu. Maka pujian ini hanyalah menyia-nyiakan amalan dan terlalu membebani diri dengan sifat pujian yang diangkat. ‘Umar berkata, “Pujian bagaikan sembelihan”.

💧Adapun jika memuji orang yang benar-benar pujian ada pada dirinya, maka seperti itu tidak terlarang. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah dipuji dalam hal sya’ir dan khutbah beliau, namun beliau tidak menyiram pasir di hadapan orang yang memuji.” (Fathul Bari, 10/477)

⚡️Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pujian yang terlarang adalah:

1⃣Pujian yang berlebihan.
2⃣Pujian yang mengandung sifat yang tidak ada pada diri orang yang dipuji.
3⃣Pujian yang menimbulkan fitnah (timbul ujub, menyombongkan diri) pada orang yang dipuji.✍

Wallahu Ta’ala A’lam Bishowab

Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah


2 Rojab 1437
🌀Daarul Hadits Al Bayyinah🌀
Sidayu Gresik
Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊

🔵Channel Telegram UI🔵
http://bit.ly/uimusy

Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com

🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺

Tinggalkan Balasan