Akhbar

Kementrian Wakaf Mesir Mengambil Kembali Masjid Dari Dai Sururi ‘Salafi Ikhwani’

masjid-ibnu-tulun-di-kairo-mesir-_120822193414-474

Banyak media barat dan timur menyerang dan menjelekkan islam dan kaum muslimin yang memegang teguh sunnah…

Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata: 
“ليس إلى السَّلامةِ مِن الناسِ سبيلٌ، فانْظُرْ الذي فيه صلاحُكَ فالْزَمْه”
“Tidak ada cara untuk selamat dari celaan orang, lihatlah perkara yang mengandung kebaikan untukmu, dan pegang-teguhlah.”
(Siyar A’lam An-Nubala: 6/10)

Mesir Kementrian Wakaf Mesir Mengambil Kembali Masjid Dari Dai Sururi ‘Salafi Ikhwani’

3 April 2016Mesir

Kairo, 3 April 2016 – 25 Jumadits Tsani 1437 H

Diberitakan oleh youm7 pada akhir bulan maret kemarin, Pemerintah Mesir lebih khusus kementrian wakaf bagian keagamaan, menata kembali beberapa masjid yang sempat disusupi dai-dai sururi karena keteledoran sebagian pegawai kementrian, seperti masjid Quba, Masjid Tauhid di Faishal dan lainnya.

Kelompok ini disebut oleh Syaikh Jabir Thayi’, kepala Departemen Bagian Keagamaan Kementerian Wakaf Mesir sebagai salafi keikhwanan, atau salafi haraki ikhwani dalam bahasa arab السلفية المتأخونة الحركية, karena dikawatirkan masuknya dakwah Ikhwanul Muslimin melalui mereka. Sedang koran aawsat menyebut mereka sebagai pembela ikhwanul muslimin.

Syaikh Jabir Thayi menjelaskan bahwa semua masjid di bawah kementrian wakaf ini, dai-dainya harus mendapat ijin pemerintah. Sebagian dai-dai itu seperti Mustahafa Al-Adawi, Thoha Husein Ya’qub, Muhammad Abu Nu’aim Al-Khuwaini.

Kalau kita menilik ke website lain, tokoh kelompok yang disebutsalafi haraki ikhwani adalah Salman Al-Audah, Aidh Al-Qarni -tokoh-tokoh oposisi dari sururi ikhwani Arab Saudi yang pernah dihukum-, Nashir Al-Umar, Abdurrahman Abdul Khaliq tokoh Sururi dari Ihya At-Turats dan lainnya.

Mereka sebenarnya adalah kelompok ikhwani yang memakai nama salafiyah untuk menipu pada pemuda dan menjelekkan nama baik salafi. Sebagian mereka mengikuti pemikiran ikhwanul muslimin khawarij seperti dalam masalah mengkafirkan pemerintah dan kaum muslimin, memandang ketaatan kepada pemerintah muslim bukanlah ajaran Islam, dan membolehkan demostrasi. Juga jatuh dalam praktek politik praktis – demokrasi. Sebagian ‘hanya terlihat’ membela tokoh takfiri, ikhwanul muslimin dan lainnya.  Tetapi dai-dari ini sepakat merendahkan para ulama salafi, baik secara terang-terangan atau kalimat sindiran. Ini semua berkebalikan dengan yang dipegang salafi untuk menjauhi semua itu.

Ini dilakukan Pemerintah Mesir karena tidak cukup memerangi penyebaran pemikiran ISIS Daisy hanya dengan sekedar memakai media, tapi harus dengan menghentikan sumber penyebar pemikiran takfiri dan pemberontakan.

Pemerintah Mesir tidak hanya melakukan ini pada kelompok Sururi – Ikhwani berbaju salafi saja, tetapi juga pada kelompok Syiah yang sangat minoritas di Mesir. Sempat menutup masjid Husein yang digunakan untuk acara husainiyyah. Karena sadar akan bahaya Syiah bila sampai berkembang menjadi besar di tengah-tengah kaum muslimin sunni.

Lihat Pemerintah Mesir tutup tempat Ibadah Syiah …

Sedang media-media termasuk media syiah memberitakan berita yang dibumbui kedustaan, menisbatkan hal itu kepada salafi. Padahal salafi berlepas diri dari perbuatan dan pemikiran seperti itu.

(youm7 – aawsat dll) bit.ly/1ZUU354 ow.ly/10dTNw

Tinggalkan Balasan