Fatwa

Bacaan Al Qur’an Dengan Langgam Jawa

wp-1459390011935.jpg

KONTROVERSI BACAAN AL-QUR’AN DENGAN LANGGAM JAWA
——————-

Pengantar redaksi

Sebagaimana telah diketahui, beredar video bacaan Al Qur’an yang dilantunkan oleh Muhammad Yaser Arafat,  seorang dosen Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam sebuah acara dengan intonasi lagu Jawa layaknya seorang pesinden menyanyi dalam langgam Jawa. Dan telah menjadi pendahulu orang ini gembong besar JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Abshar Abdalla.
Maka berikut ini pandangan para ulama dalam permasalahan ini yang kami nukilkan dari postingan di grup WA Manhajul  Anbiya’:

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya tentang membaca al-Qur’an dengan langgam-langgam tertentu?

Beliau menjawab : “Itu adalah BID’AH, tidak boleh didengar!!!”
Thabaqat al-Hanabilah 1/57

al-Atsram berkata,  Aku bertanya kepada Abu ‘Abdillah al-Imam Ahmad bin Hanbal tentang membaca al-Qur’an dengan langgam-langgam/model/cara-cara tertentu?

Al-Imam Ahmad rahimahullah menjawab : “Segala sesuatu yang muhdats (bid’ah)  tidak membuatku kagum dengannya, kecuali kalau itu asli bawaan suara seseorang tanpa direkayasa ”
Thabaqat al-Hanabilah 1/67

‘Abdullah putra al-Imam Ahmad mengatakan,  “Aku mendengar ayahku (yakni al-Imam Ahmad,  pen) ditanya tentang membaca al-Qur’an dengan cara/model/langgam?”
Beliau menjawab : Itu adalah Muhdats (Bid’ah)!!! ”
Thabaqat al-Hanabilah 1/183

———
ففي ( طبقات الحنابلة 1/57 ) : سئل أحمد عن القرآن بالألحان فقال: بدعة لا تُسمع .
وفيه ( 1/67 ) : قال الأثرم : سألت أبا عبد الله ( الإمام أحمد ) عن القراءة بالألحان فقال: كل شيء محدث فانه لا يعجبنى إلا أن يكون صوت الرجل لا يتكلفه.
وفيه أيضا ( 1/183 ) : قال عبدالله بن أحمد بن حنبل : سمعت أبي وسئل عن القراءة بالألحان فقال: محدث

http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=28376

HUKUM MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN CARA SEPERTI YANG DILAKUKAN PARA PENYANYI

al-‘Allamah asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

——————

Tanya :
“Apa pendapat Anda terkait dengan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tangga-tangga nada yang menyerupai tangga-tangga nada lagu,bahkan memang diambil darinya?”

Jawab:
“Alhamdulillah.
TIDAK BOLEH bagi seorang mukmin membaca Al-Qur’an dengan nada-nada nyanyian atau cara-cara yang dilakukan oelh penyanyi
Namun,  WAJIB untuk membaca Al-Qur’an sebagaimana cara bacaan para salafus shalih dari kalangan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik.

Maka hendaknya dia membaca Al-Qur’an dengan BACAAN TARTIL, PENUH RASA TAKUT, dan KHUSYU’ sehingga memberikan pengaruh dalam hatinya bacaan yang dia dengar, sehingga diapun merasakan pengaruhnya.

Adapun bila dia membacanya seperti sifat dan cara-cara penyanyi maka TIDAK BOLEH.”

Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah 9/290

HUKUM TANGGA-TANGGA NADA DALAM MEMBACA AL-QUR’AN
al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah
———–

Tanya :
“Banyak di kalangan para penuntut ilmu mempelajari apa yang dinamakan dengan tangga-tangga nada dalam (membaca) Al-Qur’an Al Kariim).
Apa hukum mempelajari tangga-tangga nada tersebut?”

Jawab :
“Kita meminta kepada Allah keselamatan.
Ini termasuk istilah para penyanyi. Ini adalah nada tangga nyanyian. Orang yang mempelajari hal ini,berarti dia ingin menjadikan kedudukan Al-Qur’an sebagai nyanyian. Mereka membaca Al Qur’an dengan kaedah-kaedah nyanyian.

ولا حول ولا قوة الا بالله

dari muhadharah : “Sebab-sebab Kecintaan Allah kepada hamba”.

Lihat: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=28376

•••••••••••
Majmu’ah Manhajul Anbiya

Tinggalkan Balasan