Menata Hati

Waspadalah Terhadap Riya

unduhan

👁 “KETIKA DAJJAL MASIH KALAH MENAKUTKAN???”
Kalau nama dajjal disebutkan maka secara spontan alam pikiran kita langsung menggambarkan sebuah sosok yang sangat menakutkan lagi mengerikan,tidak heran kalau para nabi alaihimus sholatu was salaam mengingatkan umatnya dari sosok yang satu ini dan waspada terhadap fitnahnya.
🔎 Namun ternyata tahukah anda bahwa ada yang lebih menakutkan dari dari dajjal, sosok dajjal yang menakutkan ini seolah tidak berarti bila dibandingkan dengannya ?????
📖 Kira-kira empat belas abad yang silam terucap sebuah pesan penting dari manusia yang paling mulia di alam raya, junjugan kita nabi Muhammad Sholallahu alaihi wa sallam,pesan inilah yang menunjukkan ternyata ada yang lebih menakutkan dari pada dajjal??? 📖
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: (أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟) قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ! قَالَ: (الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، يَقُومُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ). رَوَاهُ أَحْمَدُ.
Dari Abu Sa’îd radhiyallâhu ‘anhu secara marfu’, (beliau berkata bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bertanya), “Maukah kalian kuberitahukan tentang sesuatu yang paling kukhawatirkan terhadap kalian daripada Al-Masîh Ad-Dajjâl?”
(Para shahabat) menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah!”
Beliau pun bersabda, “Yakni syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri untuk mengerjakan shalat, lalu memperindah shalatnya karena mengetahui bahwa ada orang lain yang memerhatikannya.”
Diriwayatkan oleh Ahmad.
🔓 Dari hadits tersebut terjawab sudah pertanyaan yang ada bahwa riya jauh lebih menakutkan dari pada dajjal terbukti Rosulullah Sholallahu alaihi wa sallam lebih khawatir akan bahaya riya dari pada bahaya dajjal untuk para sahabatnya,padahal mereka adalah umat terbaik yang tidak diragukan kekuatan imannya.
❓❓❓ Yang jadi pertanyaan kenapa riya begitu menakutkan bahkan bisa mengalahkan imej yang ada pada dajjal❔❔❔
✨ Jawabannya ada pada ucapan nabi ketika beliau berkhubah :
” خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال: يا أيها الناس اتقوا هذا الشرك، فإنه أخفى من دبيب النمل”
“Wahai umat manusia,takutlah kalian dari kesyirikan ini karena dia lebih samar dari jejak kaki semut” dalam riwayat yang lain disebutkan , ” lebih samar dari jejak kaki semut diatas batu hitam pada malam gelap gulita.” hadits datang dari beberapa Sahabat diantaranya Abu Bakr, Abu Musa,Hudzaifah dan Aisyah Rodhiyallahu ‘anhum yang dikeluarkan oleh Abu Nuaim pada kitab hilyah,Ibnu Abi Syaibah dalam mushonnafnya,dan Imam Bukhori dalam Adabul Mufrod.
🌌 Riya memang sangat menakutkan dia bisa lebih mengerikan dari dajjal karena bahayanya yang sangat samar dan halus bagaikan virus berbahaya yang mematikan,bahkan lebih berbahaya dari segala virus yang pernah ada,hal ini karena orang yang terjangkiti virus ini dia merasa nyaman dan menikmatinya beda dengan virus dunyawi orang yang terjangkiti akan merasa sakit dan tidak nyaman.
📍Virus dunyawi hanya akan melemahkan jasad yang paling parah menyebabkan kematian raga. Namun bila yang menyerang seorang itu adalah virus riya maka yang akan digrogoti adalah amalan orang tersebut sampai tidak tersisa dilahapnya ,dalam keadaan orangnya tersenyum dan tertawa seolah-olah dia tidak tahu penderitaan dan kesedihan apa yang kan menghampirinya, dia tidak sadar bahwa amalan sholeh yang sangat berharga tersebut sudah ludes yang membuat dia jadi orang yang muflis(bangkrut).Sebagaimana Allah Ta’la menyatakan :
(وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا)

Dan kami hadapkan(tampakkan) segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. ( Al Furqon : 23 )
Sungguh malang nasibnya ternyata selama ini dia hanya membuang waktu segala daya dan upayanya untuk suatu yang sia-sia .
عاملة ناصبة
“Bekerja keras yang hanya membuahkan keletihan” 💪💤
🔬 Karena begitu bahayanya virus riya ini maka disini kami akan menyebutkan daftar bentuk virus riya yang sering menginfeksi umat manusia, daftar ini berdasarkan riset ahli medis spesialis penyakit hati.
📜 Mohon dibaca dengan seksama dan pastikan bahwa anda tidak terinfeksi salah satu bentuk dari virus tersebut ❗️❕❗️
1. Penampakan riya pada tubuh seseorang hal ini dapat di ketahui bila orang tersebut sengaja menampakkan warna kulit yang pucat atau kekuningan,rambut yang kusut masai,mata yang sayu,badan yang lemas dengan tujuan agar orang lain tahu bahwa dia adalah ahli ibadah yang benar-benar meninggalkan dunia secara totalitas sehingga dia tidak sempat mengurus tubuhnya sendiri.oleh karena itu sebagian salaf mengatakan :
“إذا صام أحدُكم فليدهنْ رأسَه، ويُرجِّل
شَعْره”
“Apabila salah seorang diantara kalian berpuasa hendaknya dia meminyaki rambutnya dan menyisirnya!”
Hal di atas adalah bentuk riya ahli ibadah.
Adapun bentuk riya ahli dunia adalah Dengan menampakkan badan yang gemuk,kulit yang bersih lagi mulus,wajah yang tampan atau cantik dan lengkap beserta asesorisnya dengan niatan agar disanjung oleh manusia atau untuk menyombongkan dan membanggakan diri dihadapan yang lain. Sebagaimana Allah menyebutkan tentang karakter orang munafiq.
1. Penampakan riya pada tubuh seseorang hal ini dapat di ketahui bila orang tersebut sengaja menampakkan warna kulit yang pucat atau kekuningan,rambut yang kusut masai,mata yang sayu,badan yang lemas dengan tujuan agar orang lain tahu bahwa dia adalah ahli ibadah yang benar-benar meninggalkan dunia secara totalitas sehingga dia tidak sempat mengurus tubuhnya sendiri.oleh karena itu sebagian salaf mengatakan :
“إذا صام أحدُكم فليدهنْ رأسَه، ويُرجِّل
شَعْره”
“Apabila salah seorang diantara kalian berpuasa hendaknya dia meminyaki rambutnya dan menyisirnya!”
Adapun bentuk riya ahli dunia adalah Dengan menampakkan badan yang gemuk,kulit yang bersih lagi mulus,wajah yang tampan atau cantik dan lengkap beserta asesorisnya dengan niatan agar disanjung oleh manusia atau untuk menyombongkan dan membanggakan diri dihadapan yang lain. Sebagaimana Allah menyebutkan tentang karakter orang munafiq
﴿ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ﴾ [المنافقون: 4].
“Dan bila kalian melihat mereka(orang-orang munafik) maka kamu akan terkagum-kagum dengan jasad mereka, dan bila mereka berkata kamu akan mendengarkan ucapannya ,seolah-olah mereka adalah kayu yang tersandar)
Dan riya merupakan salah satu karakter orang munafik.
📝 Catatan penting :
Gambaran diatas berbeda dengan keadaan orang yang berpakaian bagus,bersandal bagus,rapi,bersih dan terawat dalam rangka bersyukur dan menampakkan nikmat Allah yang dicurahkan padanya.maka yang demikian bukanlah termasuk riya ,bahkan islam menganjurkan tindakan tersebut seperti yang terdapat dalam firman Allah
فأما بنعمة ربك فحدث
“Adapun terhadap nikmat Robbmu hendaknya kamu kabarkanlah”( Adh Dhuha 11 )
Disebutkan dalam hadits:

أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال : ” كلوا واشربوا وتصدقوا في غير سرف ولا مخيلة إن الله تعالى يحب أن يرى أثر نعمته على عبده ” .
” Makan dan minumlah kalian dan bersedekahlah namun jangan berlebihan dan sombong,karena Allah Ta’la senang melihat tanda nikmat-Nya ada pada hamba-Nya.” HR Tirmidzi no 2963
ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ :
‏( ‏( ﻻ ﻳَﺪْﺧُﻞ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔَ ﻣَﻦْ ﻓﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻣِﺜْﻘﺎﻝُ ﺫَﺭَّﺓٍ ﻣِﻦْ ﻛِﺒْﺮٍ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺟﻞٌ : ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞَ ﻳُﺤﺐّ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺛﻮﺑُﻪ ﺣﺴﻨﺎً ﻭﻧﻌﻠُﻪ ﺣﺴﻨﺔً، ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺟَﻤِﻴﻞٌ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﺠَﻤﺎﻝَ ﺍﻟﻜِﺒْﺮُ ﺑَﻄَﺮُ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﻭَﻏَﻤْﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ‏) ‏)
“Nabi Sholallahu alaihi wa sallam bersabda : Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang didalam hatinya ada seberat biji dzarroh kesombong,maka ada orang yang bertanya : Bagaimana dengan orang suka busana yang indah dan sandal yang bagus? Maka Nabi Sholallahu alaihi wa sallam menjawab :
Sesunggunya Allah itu indah dan menyukai keindahan.Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
HR Muslim
Sehingga yang membedakan antara riya dan yang bukah adalah niatnya.
2. Penampakan riya dalam ucapan
🌑 Adapun riyanya ahlu din adalah dengan memberikan nasihat,mauidzoh,menghapal dan menukilkan begitu banyak hadits dan atsar dengan niatan agar dikatakan sebagai orang yang luas ilmunya,ingin dikenal sebagai ahli mauidzoh,ingin dianggab sebagai ulama,kibar asatidz dan punya posisi dihati manusia,tidak ada niatan sama sekali untuk menjaga syariat dan menyebarkannya dan terkadang bercampur antara niatan yang baik tersebut dengan riya,hal ini dapat diketahui dengan dia merasa senang bila yang hadir dalam majlisnya banyak orang dan merasa males,tidak semangat kalau yang hadir sedikit sekali,dia senang kalau banyak orang yang memuji dirinya dan akan marah kalau ada yang menegur kesalahannya dan terkadang sebaliknya dia menampakkan dirinya menerima nasihat,menyatakan rujuknya dan taubatnya dengan tujuan agar manusia bersimpati padanya padahal didalam lubuk hatinya yang paling dalam dia tidak merasa bersalah,dia merasa benar dan tidak ada rasa penyesalan dalam hatinya.

❗️Oleh karena itulah Rosulullah Sholallahu alaihi wa sallam mentahdzir umatnya dari perangai yang demikian.
من حديث كعْب بن مالك، عن النبيِّ – صلَّى الله عليه وسلَّم – قال: ((مَن طلَب العلم ليماريَ به السفهاء، أو يُجاريَ به العلماء، أو يصرفَ به وجوه الناس إليه، أدْخلَه الله النار))أخرَجه الترمذيُّ في سننه، في باب ما جاء فيمَن يطلب بعِلْمه الدنيا، برقم (2578)، وأخرجه ابن ماجه في باب الانتفاع بالعِلم والعمل به، برقم (249) (حسن)؛ انظر حديث رقم (6383) في صحيح الجامع.
Dari hadits Ka’ab bin Malik dari Nabi Sholallahu alaihi wa sallam beliau berkata :
“Barang siapa yang menuntut ilmu dengan tujuan mendebat orang-orang bodoh,bertindak lancang terhadap ulama atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya maka Allah akan memasukkannya kedalam neraka.”
نعوذ بالله من الضلال و الخذلان
🌑 Termasuk riya dalam ucapan adalah memperindah bacaan Al Qur’an agar dipuji oleh manusia
fulan ahli qiroah… fulan indah bacaannya…
قال مالك بن دينار: “القُرَّاء ثلاثة: قرَّاء الرحمن، وقرَّاء الدنيا، وقرَّاء الملوك، وإنَّ محمد بن واسِع مِن قرَّاء الرحمن”

Berkata Malik bin Dinar :
Pembaca AL Qur’an itu ada tiga karakter
1.Para pembaca Al Qur’an (untuk mendapatkan ridho) Ar Rohman.
2. Para pembaca Al Qur’an (untuk mendapatkan) dunia.
3. Para pembaca Al Qur’an (untuk mendapat upah dan posisi) dari raja-raja.
Dan sesunggunya Muhammad bin Waasi’ termasuk pembaca Al Qur’an (untuk mendapatkan ridho) Ar Rohman.📖
🌑 Termasuk riya dalam ucapan adalah menggerakkan bibir seraya berdzikir dihadapan manusia agar dikenal sebagai ahli dzikir.
قال محمد بن المبارك الصُّوري: “أظْهِر السَّمْت بالليل، فإنه أشْرف مِن سمتك بالنهار؛ لأنَّ السمت بالنهار للمخلوقين، وسَمْت الليل لربِّ العالمين”

Berkata Muhammad ibnul Mubarok Ash Shury :
“Tampakkanlah keindahan perangai di malam hari karena hal itu lebih mulia daripada menampakkannya di siang hari
karena menampakkannya di siang hari untuk makhluk dan menampakkannya di malam hari karena Robbul ‘alamin.”
💡💡💡Catatan penting :
Makna ucapan beliau adalah bahwa orang yang beramal dimalam hari lebih mulia karena lebih dekat dengan keikhlasan dan kecilnya kemungkinan untuk riya, sedangkan orang yang beramal disiang hari kemungkinan untuk riya lebih besar karena saat itu banyak manusia yang melihat amalannya bahkan terkadang seseorang mengawali amalannya dengan keikhlasan tatkala manusia melihatnya maka tiba-tiba bisikan dan dorongan untuk riya muncul, ada yang terbawa dengan dorongan tersebut ada juga yang berhasil menepisnya namun yang terbawa jauh lebih banyak daripada yang mampu menolaknya.Hal ini merupakan ujian dan fitnah bagi mereka yang beramal disiang hari.
Sehingga bukanlah maksud ucapan beliau larangan beramal disiang hari,atau jeleknya orang yang beramal disiang hari.
Ucapan beliau terfokus pada pembahasan mana yang lebih afdhol terkait dengan waktu beramal. 🖋
Wallahu Ta’la a’lam bishowab
🌑 Adapun riyanya ahlu dunia dalam ucapan adalah dengan menggunakan istilah-istilah yang asing agar dipandang sebagai seorang intelektual,berpendidikan tinggi.
menghapal banyak syair,berbicara dengan fasih ketika tampil dihadapan manusia untuk mendapatkan pujian dan menjadi orang terpandang ditengah-tengah manusia. Dan hal ini telah dilarang oleh Rosulullah Sholallahu alaihi wa sallam:
من حديث أبي ثَعلبة الخُشني: ((إنَّ أحبَّكم إليَّ وأقربَكم مني في الآخِرة محاسنَكم أخلاقًا، وإنَّ أبغضَكم إليَّ وأبعدَكم منِّي في الآخِرة مساويكم أخلاقًا، الثَّرْثارون المتفَيْهِقون المتشدِّقون))
رواه أحمد ١٧٢٧٨ انظر صحيح الترغيب رقم ٢٦٦٣ للشيخ الألباني بإسناد صحيح
‏( ﺍﻟﺜﺮﺛﺎﺭﻭﻥ ‏) ﺃﻱ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻜﺜﺮﻭﻥ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺗﻜﻠﻔﺎ ﻭﺗﺸﺪﻗﺎ ، ﻭﺍﻟﺜﺮﺛﺮﺓ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﺗﺮﺩﻳﺪﻩ . ﻭ ‏( ﺍﻟﻤﺘﻔﻴﻬﻘﻮﻥ ‏) ﺃﻱ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﻮﺳﻌﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻭﻳﻔﺘﺤﻮﻥ ﺑﻪ ﺃﻓﻮﺍﻫﻬﻢ ﻭﻳﺘﻔﺼﺤﻮﻥ ﻓﻴﻪ .
ﻭ ‏( ﺍﻟﻤﺘﺸﺪﻗﻮﻥ ‏) ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﻜﻠﻤﻮﻥ ﺑﺄﺷﺪﺍﻗﻬﻢ ﻭﻳﺘﻘﻌﺮﻭﻥ ﻓﻲ ﻣﺨﺎﻃﺒﺘﻬﻢ .
ﺭﺍﺟﻊ : ” ﻓﻴﺾ ﺍﻟﻘﺪﻳﺮ ” ‏( 3: 620-619)
Dari Abu Tsa’labah AlKhusyani bahwa Rosulullah Sholallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya orang paling aku cintai dikalangan kalian dan paling dekat denganku di akhirat adalah orang yang bagus akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku diakhirat adalah orang yang paling jelek akhlaknya yaitu tsartsarun,mutafaihiqun,mutasyaddiqun.”HR Ahmad no 17278 dishohihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shohih tarqhiib wat terhib no 2663
Yang dimaksud dengan Tsartsarun adalah terlalu banyak bicara tanpa faidah.
Mutafaihiqun adalah memperluas ucapan dan membuka mulutnya dengan ucapan yang fasih.
Mutasyadiqun adalah memperluas ucapan tanpa kehati-hatian dan mengkontrolnya. 🖋
3.Penampakan riya dalam perbuatan
🌑 Adapun riyanya ahlu din adalah dengan memperlama berdiri,rukuk dan sujud ketika sholat dengan niatan mendapat pujian orang,demikian pula menampakkan kekhusyukan sholat dengan niatan tersebut.
🌘Termasuk riya dalam amalan adalah bersedekah agar dikatakan sebagai orang yang dermawan.
🌘Termasuk riya dalam amalan adalah naik haji agar mendapat gelar haji sehingga dia menjadi orang terpandang ditengah-tengah manusia.
🌘 Termasuk riya dalam amalan adalah orang yang berjihad untuk membalas dendam,mendapatkan qhonimah(harta rampasan perang),untuk menunjukkan kehebatanya dalam berperang.🖋
🌘 Termasuk riya dalam amalan adalah menampakkan kedekatannya dengan ulama,asatidz,ahlul ilmi atau orang sholih seraya membanggakan dan menyobongkan diri disertai dengan meremehkan orang lain.
Penampakan riya seperti ini sangat samar tidak sedikit orang yang terjatuh didalamnya karena pada asalnya berteman dengan orang yang sholeh adalah hal yang dianjurkan oleh agama namun amalan yang mulia ini bisa dirusak oleh virus riya,tampa terasa jiwa ini digiring olehnya untuk membanggakan dan menyobongkan diri bila dikatakan sebagai orang dekatnya syaikh,ustadz,dan orang sholih, atau dia menjadikan kedudukannya tersebut untuk merendahkan dan meremehkan teman-temannya.

💡Sungguh sangat-sangat halus riya merusak amalan seseorang,sehingga wajar dan tidak berlebihan kalau Rosulullah Sholallahu alaihi wa sallam lebih khawatir terhadapnya daripada fitnah dajjal.
✨ Demikianlah beberapa penampakan virus riya yang biasa menyerang manusia,namun apa yang disebutkan ini hanya sebagian kecil dari bentuk riya dan sulit bagi kita untuk bisa menyebutkan seluruh bentuknya karena riya itu sangat luas bagaikan lautan tak bertepi,Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qoyyim Rohimahullah:
قال ابن القيم رحمه الله:

“وهذا الشرك بحر لا ساحل له، وقَلَّ من ينجو منه. الداء و الدواء
” Syirik ini bagaikan lautan tak bertepi dan sangat sedikit orang yang bisa selamat darinya.” (Kitab Ad Da’ wad Dawa’ 194 ).
Bahkan riya bisa merubah dirinya dari satu bentuk kebentuk lainnya ketika kita mampu mengalahkan satu bentuk riya maka dia akan mengubah diri menjadi bentuk yang lain demikian seterusnya.
Berkata Yusuf ibnul Husain Ar Rozy :
أعزُّ شيء في الدنيا الإخلاص، وكم أجتَهِد في إسقاط الرياء عن قلْبي وكأنَّه ينبت فيه على لوْن آخَر.
” Sesuatu yang paling mulia di dunia ini adalah adalah keikhlasan,betapa sering aku berusaha untuk menggugurkan riya dari hatiku namun dia tumbuh kembali didalamnya dengan warna yang lain.”
(Jami’ul Ulum wal hikam 3/30)
Sehingga wajar kalau iman sekelas Sufyan Ats Tsauri kewalahan untuk menghadapi riya padahal beliau memiliki ilmu yang luas,zuhud,waro’,sekian banyak keutamaan. Beliau mengatakan:
ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي إنها تتقلب علي
” Tidak ada sesuatu yang lebih sulit bagiku untuk diterapi daripada niatku,karena dia selalu berbolak balik pada diriku.” ( Jaamiul Ulum wal Hikam hal 12)
Bagaimana dengan kita ❓❓❓