Serba Serbi

Mengais Riski Yang Halal Adalah Kehormatan

hqdefault

Mengais Rizki Halal Adalah Kehormatan

عَنِ الْمِقْدَامِ رَضِي اللَّهم عَنْه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ)) رواه البخاري.

Dari Al-Miqdam Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)”
HR. Al-Bukhari no 2072

Berkata Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhu :
” Dahulu kala Nabi Adam alaihi Sallam adalah seorang pembajak tanah, Nabi Nuh seorang tukang kayu,Nabi Idris seorang penjahit,Nabi Ibrohim dan Nabi luth seorang petani, Nabi Sholih seorang pedagang, Nabi Dawud seorang pandai besi, Nabi Musa,Nabi Su’aib,Nabi Muhammad bin Abdillah Sholawatullah Ta’ala Alaihim adalah seorang pengembala.

Mukhtashor Minhajul Qoshidin hal 75

Ada orang yang bertanya pada Abdullah Ibnul Mubarok :

Engkau mengekspor barang-barang dagangan dari negeri Khurasan ke Tanah Haram(Mekkah), bagaimana ini?”

Maka Abdullah Ibnul Mubarak menjawab:
“Sesungguhnya aku melakukan itu hanya untuk menjaga wajahku(dari kehinaan meminta-minta),

memuliakan kehormatanku (agar tidak menjadi beban bagi orang lain),

dan menggunakannya untuk membantuku dalam ketaatan kepada Allah”.

Lalu Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
“Wahai Abdullah Ibnul Mubarak, alangkah mulianya tujuanmu itu jika semuanya benar-benar terbukti.”

Tahdzibul Kamal” (16/20) dan “Siyaru A’laamin Nubala’” (8/387).


4 Jumaadil Ulaa 1437
Daarul Hadits Al Bayyinah
Sidayu Gresik
Harrosahallah

Abu Sufyan Al Musy
Ghofarohullah

Channel Telegram UI

http://bit.ly/uimusy