Fatwa

Hukum Menjual Kotoran Hewan Ternak

berita-kotoran-ternak-impor-terkandung-virus-27413_a

Syaikh Sholeh Al-Fauzaan pernah ditanya :
ﻧﺤﻦ ﻧﻤﻠﻚ ﻋﺪﺩًﺍ ﻣﻦ ﺍﻷﻏﻨﺎﻡ، ﻭﻣﺎ ﻳﻨﺘﺞ ﻣﻦ ﻓﻀﻼﺕ ﻭﺭﻭﺙ ﺃﺟﻠﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻧﺠﻤﻌﻪ ﻭﻧﻜﺪﺳﻪ، ﻭﻷﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﻤﻠﻚ ﻣﺰﺍﺭﻉ ﻟﻨﺴﺘﻔﻴﺪ ﻣﻨﻪ؛ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻧﺴﺄﻝ : ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻴﻌﻬﺎ ﻭﻳﺤﻞ ﺃﻛﻞ ﺛﻤﻨﻪ ﺃﻡ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ؟
“Kami memiliki sejumlah ekor kambing, dan kami mengumpulkan kotoran kambing-kambing tersebut lalu kami menimbunnya. Karena kami tidak memliki perkebunan yang bisa memanfaatkan kotoran-kotoran tersebut, maka kami bertanya : Apakah boleh menjual kotoran-kotoran tersebut dan apakah halal memakan hasil penjualannya?, ataukah tidak boleh?”
Syaikh Sholeh Al-Fauzaan menjawab:
ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺒﻴﻊ ﺍﻟﺴﻤﺎﺩ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ؛ ﻣﺜﻞ ﺳﻤﺎﺩ ﺍﻷﻏﻨﺎﻡ ﻭﺍﻹﺑﻞ ﻭﺍﻟﺒﻘﺮ . . . ﻓﺮﻭﺙ ﻣﺎ ﻳﺆﻛﻞ ﻟﺤﻤﻪ ﻃﺎﻫﺮ، ﻭﺑﻴﻌﻪ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﻪ، ﻭﺛﻤﻨﻪ ﻣﺒﺎﺡ ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻴﻪ، ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻴﻪ ﺍﻻﺷﺘﺒﺎﻩ ﻭﺍﻹﺷﻜﺎﻝ ﻫﻮ ﺍﻟﺴﻤﺎﺩ ﺍﻟﻨﺠﺲ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺘﻨﺠﺲ، ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻴﻪ ﺍﻹﺷﻜﺎﻝ ﻭﺍﻟﺨﻼﻑ، ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺴﻤﺎﺩ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ؛ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ، ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺒﻴﻌﻪ ﻭﺃﻛﻞ ﺛﻤﻨﻪ
“Tidak mengapa menjual pupuk yang thoohir (suci dan tidak najis-pent) seperti pupuk dari kotoran kambing, pupuk dari kotoran onta, dan pupuk dari kotoran sapi. Karena hewan yang bisa dimakan dagingnya tahi (kotoran)nya itu thohir (suci) dan boleh menjualnya. Hasil jualannya juga halal dan tidak mengapa. Hanyalah yang masih ada syubhatnya dan permasalahan adalah pupuk yang najis atau ternajisi, inilah yang masih ada permasalahan dan khilaf. Adapun pupuk yang suci (thoohir) maka tidak mengapa dimanfaatkan, dan tidak mengapa dijual dan hasil penjualannya boleh untuk dimakan”
(Dari Al-Muntaqoo min Fataawaa Al-Fauzaan, fatwa dari pertanyaan no 302)