Menata Hati

Ada Apa Dengan Hasad

api-kebakaran-bakar

✨ RENUNGAN ✨

Allah ta’ala dengan ilmu Nya yang luas dan hikmah Nya yang dalam,merancang dunia ini sebagai negeri kompetisi dimana masing masing individu bersaing untuk menjadi pemenang.

🏍 Bahkan kompetisi tersebut telah dimulai sebelum kita terlahir di dunia ini,hal itu terjadi ketika setetes air mani yang terpancar maka terkandung didalamnya ratusan juta sel sperma yang siap membuahi sel telur namun dari ratusan juta sel sperma tersebut hanya satu yang akan membuahi sel telur dan dia adalah cikal bakal terlahir manusia di alam ini .

☀️ Namun hal ini bukanlah akhir tapi merupakan awal dari kompetisi yang jauh lebih kompleks.

🌨 Hal ini Allah lakukan untuk proses filterisasi dan seleksi untuk mendapatkan yang terbaik dari keturunan Adam sebagaimana Allah Ta’ala mengatakan:

الام أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون ولقد فتنا الذين من قبلكم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين
” Aliif Laam Miim, Apakah manusia mengira akan dibiarkan untuk mengatakan kami beriman dalam keadaan mereka tidak diuji.
Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum kalian agar Allah mengetahui siapakah orang-orang yang jujur dan siapakah orang-orang yang dusta.” ( Al Ankabut 2-3 )

🎓 Dalam sebuah kompetisi atau persaingan tentunya akan muncul hal yang positif dan negatif,adapun hal positif yang muncul dari persaingan diantaranya adalah akan memacu umat manusia untuk maju dan berkembang ,namun kita tidak bisa menutup mata bahwa persaingan juga memicu hal negatif diantara nya adalah timbulnya rasa hasad iri dan dengki, dan pada kesempatan inilah kita akan membahas masalah ini…✍
🔥 Ada Apa Dengan Hasad 🔥

⚡️ Rasa hasad adalah dosa yang menyebabkan iblis terlempar dari jannah,rasa hasad juga membuat anak Adam membunuh saudaranya,rasa hasad juga yang menyebabkan ahlul kitab menolak dan menentang Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam,sekian banyak pertumpahan darah dan kerusakan di alam dunia ini penyebabnya adalah hasad.

💧 Kaum muslimin rohimakumullah karena sangat bahayanya rasa hasad ini maka kita harus mengenalinya dan bisa mediteksinya dan mengetahui sebab kemunculannya dan bagaimana cara mengatasinya.

💥 Hasad dalam pandangan syariat sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah:
كراهية لما يرى من حسن حال المحسود وتمني زوال ذلك
” Tidak suka melihat baiknya keadaan orang yang dihasadi dan mengharap hilangnya hal tersebut.
( Majmu’ Al Fatawa 10/111 )

⛅️Dari keterangan diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa hasad itu bertingkat tingkat di mulai dari level yang paling rendah
1. Tidak suka melihat orang lain senang.
Contoh: Ketika dia mengetahui teman sekantornya naik pangkat maka muncul rasa tidak suka padanya.
Hanya semata-mata anda tidak suka dengan kesuksesan orang lain berarti benih hasad telah ada di hati anda, kalau benih ini tidak segera dimusnahkan maka dia akan tumbuh ke level berikutnya yaitu.

2. Mengharap kebahagiaan orang lain sirna.
Contoh : Dia mengharap agar temannya yang naik pangkat tadi dipecat .
Ini keadaan hasad yang sudah berbahaya kalau dibiarkan dia akan naik ke level berikutnya

3.Berusaha mengambil atau merampas kebahagiaan orang lain.
Contoh: Dia memfitnah temannya yang naik pangkat tadi dengan menjebaknya sehingga dia dipecat dan posisinya diambil alih olehnya.
Ini adalah keadaan hasad yang sudah akut, inilah hasad yang terjadi pada iblis,inilah hasad yang terjadi pada dua putranya Adam,inilah hasad yang terjadi pada orang yahudi dan seterusnya…✍
نعوذ بالله من ذلك
🚧 SIAPAKAH YANG SELAMAT DARI HASAD 🚧

👣 Setelah mengetahui tingkatan-tingkatan hasad maka kita akan mengetahui bahwa sangat sulit bagi kita untuk selamat dari hasad dan bisa kita katakan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukannya, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Abu Huroiroh Rodhiayallah :
ثلاث لا ينجو منه أحد الظن ،الحسد،الطيرة سأحدثكم ما المخرج من ذلك
إذا ظننت فلا تحقق،فإذا تطيرت فامض،فإذا جسدت فلا تبغ.
رواه ابن أبي الدنيا من حديث أبي هريرة

” Ada tiga perangai yang tak seorang pun selamat darinya :
1⃣ Buruk sangka
2⃣ Hasad
3⃣ Tathoyur ( percaya khurofat sepeti mengangab sial dengan tindakan burung )

Akan aku beritakan pada kalian solusi darinya :
🐾 Apabila kalian berburuk sangka maka janganlah kalian anggab nyata prasangka tersebut.
🐾 Apabila kalian bertathoyyur( mendengar khurofat ) maka teruskan urusanmu
🐾 Apabila timbul rasa hasad maka janganlah engkau melampaui batas.
Diriwayatkan Ibnu Abid Dunia

Oleh karenanya Imam Al Hasan Al Bashri ketika ditanya Apakah seorang mukmin mungkin terjatuh dalam hasad ?
maka beliau menjawab :
ما أنساك إخوة يوسف لا أبا لك، ولكن عمّه في صدرك فإنه لا يضرك ما لم تعذبه يداً ولساناً”
“Apa yang membuatmu lupa dengan saudara-saudaranya Yusuf celaka kamu, tetapi apa yang terbetik dalam hatimu tidak bermudhorot padamu selama kamu tidak melampiaskannya dengan menyakiti orang lain dengan tanganmu dan lisanmu.
( Majmu’ Al Fatawa 10/125 )
Saudara-saudaranya nabi Yusuf sebenarnya adalah orang-orang sholih dizamannya namun karena hasad mereka pun tega menyingkirkan saudaranya sendiri…✍
الله المستعان و عليه تكلان
💨 Ada Asap Ada Api 🔥

💦 Mungkin anda pernah mendengar pepatah ini ” Ada asap ada api ” yaitu segala sesuatu itu pasti ada sebabnya.

❄️ Demikian juga hasad, dia tidaklah muncul dengan sendiri kalau tidak ada hal yang memicunya dan menyebabkannya.
Maka perlu kiranya kita pengetahui faktor-faktor pemicu munculnya hasad karena dengan mengetahui penyebab dari suatu penyakit kita bisa mengetahui obatnya.

Berkata Al Imam Ibnu Qudama dalam kitab Mukhtashor Minhajul Qosidin
” Sebab-sebab terjadinya hasad banyak sekali. Di antaranya:
1⃣ Permusuhan,
2⃣ Takabur (sombong),
3⃣ Bangga diri,
4⃣ Ambisi kepemimpinan,
5⃣ Jeleknya jiwa
6⃣ Kebakhilannya.

🔥 Hasad yang paling dahsyat adalah yang ditimbulkan oleh permusuhan dan kebencian. Karena orang yang disakiti orang lain dengan sebab apapun, akan menumbuhkan kebencian dalam hatinya, serta tertanamnya api kedengkian dalam dirinya. Kedengkian itu menuntut adanya pembalasan, sehingga ketika musuhnya tertimpa bala` ia pun senang dan menyangka bahwa itu adalah pembalasan dari Allah untuknya. Sebaliknya, jika yang dimusuhinya memperoleh nikmat, ia tidak senang. Maka, hasad senantiasa diiringi dengan kebencian dan permusuhan.

⚡️ Adapun hasad yang ditimbulkan oleh kesombongan, seperti bila orang yang setingkat dengannya memperoleh harta atau kedudukan maka ia khawatir orang tadi akan lebih tinggi darinya. Ini mirip hasad orang-orang kafir terhadap Rasulullah n sebagaimana yang dikisahkan Allah Ta’ala:

“Kalian tidak lain kecuali manusia seperti kita.” (Yasin: 15)

Yakni mereka heran dan benci bila ada orang yang seperti mereka memperoleh derajat kerasulan, sehingga mereka pun membencinya.

👑 Demikian pula hasad yang ditimbulkan oleh ambisi kepemimpinan dan kedudukan. Misalnya ada orang yang tak ingin tertandingi dalam bidang tertentu. Ia ingin dikatakan sebagai satu-satunya orang yang mumpuni di bidang tersebut. Jika mendengar di pojok dunia ada yang menyamainya, ia tidak senang. Ia justru mengharapkan kematian orang itu serta hilangnya nikmat itu darinya. Begitu pula halnya dengan orang yang terkenal karena ahli ibadah, keberanian, kekayaan, atau yang lainnya, tidak ingin tersaingi oleh orang lain. Hal itu karena semata-mata ingin menyendiri dalam kepemimpinan dan kedudukan.

🌩 Dahulu, ulama Yahudi mengingkari apa yang mereka ketahui tentang Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wa sallam serta tidak mau beriman kepadanya, karena khawatir tergesernya kedudukan mereka.

🌪 Adapun hasad yang ditimbulkan oleh jeleknya jiwa serta bakhilnya hati terhadap hamba Allah Ta’ala, bisa jadi orang semacam ini tidak punya ambisi kepemimpinan ataupun takabur (kesombongan). Namun jika disebutkan di sisinya tentang orang yang diberi nikmat oleh Allah Ta’ala, sempitlah hatinya. Jika disebutkan keadaan manusia yang goncang serta susah hidupnya, ia bersenang hati. Orang yang seperti ini selalu menginginkan kemunduran orang lain, bakhil dengan nikmat Allah Ta’ala atas para hamba-Nya. Seolah-olah manusia mengambil nikmat itu dari kekuasaan dan perbendaharaannya.

⛈ Demikianlah, kebanyakan hasad yang terjadi di tengah-tengah manusia disebabkan faktor-faktor tadi. Dan seringnya terjadi antara orang-orang yang hidup sejaman, selevel, atau antar saudara. Oleh karena itu, anda dapati ada orang alim yang hasad terhadap alim lainnya, dan tidak hasad terhadap ahli ibadah. Pedagang hasad terhadap pedagang yang lain. Sumber semua itu adalah ambisi duniawi, karena dunia ini terasa sempit bagi orang yang bersaing.” ✍
🕸 Hati-hati Hasad Menyerang Manusia Yang Sederajat 🕸

❗️ Coba anda cermati bagian terakhir dari ucapan Ibnu Qudamah sebelumnya bahwa hasad biasanya muncul dari orang yang sederajat hal ini senada dengan ucapan Imam Ibnu Taimiyah Rohimahullah Ta’la :
“Dan hasad diantara para wanita sering terjadi dan mendominasi, terutama diantara para istri-istri pada satu suami. Seorang wanita cemburu karena adanya para istri yang lain yang menyertainya.
Demikianlah hasad sering terjadi diantara orang-orang yang berserikat dalam kepemimpinan atau harta jika salah seorang dari mereka mendapatkan bagian dan yang lainnya luput dari bagian tersebut.
Demikian juga hasad terjadi diantara orang-orang yang setara karena salah seorang diantara mereka lebih dari pada yang lain.
Sebagaimana para saudara nabi Yusuf, demikian juga hasadnya salah seorang anak Adam kepada yang lainnya.
Ia hasad kepada saudaranya karena Allah menerima korbannya sementara kurbannya tidak diterima.
Ia hasad kepada kelebihan yang Allah berikan berupa keimanan dan ketakwaan –sebagaimana hasadnya yahudi terhadap kaum muslimin- sehingga iapun membunuh saudaranya karena hasad tersebut” (Majmuu’ Al-Fatawa 10/125-126)

🐚 Oleh karena itu kita mendapati pedagang bakso hasad dengan pedagang bakso lainnya, dia tidak hasad dengan juragan mebel yang ada didepannya walaupun penghasilan juragan mebel jauh lebih besar darinya.

🎍 Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kecendrungan untuk mengungguli orang yang sederajat dengannya dan ini merupakan perkara yang lumrah selama tidak menimbulkan kebencian dan kedengkian dengan sesama,sehingga ketika benih-benih kedengkian mulai tumbuh segeralah musnakan jangan biarkan dia berkembang…✍

الله المستعان و عليه التكلان
💥 Antara Hasad dan Ghibthah 💥

🌙 Dari uraian yang telah disebutkan, jelaslah bahwa hasad adalah suatu sifat yang tercela karena pelakunya mengharapkan hilangnya nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, serta kebenciannya memperoleh nikmat tersebut.

✨ Adapun ghibthah adalah seseorang menginginkan untuk mendapatkan sesuatu yang diperoleh orang lain, tanpa menginginkan hilangnya nikmat tersebut dari orang itu. Yang seperti ini tidak mengapa dan tidak dicela pelakunya. Jika irinya dalam hal ketaatan maka pelakunya terpuji. Bahkan ini merupakan bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

🌩 Jika irinya dalam perkara maksiat maka ini tercela, sedangkan bila dalam perkara-perkara yang mubah maka hukumnya juga mubah. (Lihat At-Tafsirul Qayyim, 1/167 dan Fathul Bari, 1/167)
📡 Nabi Sholallahu alaihi wa sallam bersabda:

((لا حسد إلا في اثنتين رجل علمه الله القرآن فهو يتلوه آناء الليل وآناء النهار فسمعه جار له فقال: ليتني أوتيت مثل ما أوتي فلان فعملت مثل ما يعمل، ورجل أتاه الله مالاً فهو يهلكه بالحق فقال رجل ليتني أوتيت مثل ما أوتي فلان فعملت مثل ما يعمل ))

“Tidak ada hasad atau iri –yang disukai– kecuali pada dua perkara; (yaitu) seorang yang diberikan pemahaman Al-Qur`an lalu mengamalkannya di waktu-waktu malam dan siang; dan seorang yang Allah beri harta lalu menginfakkannya di waktu-waktu malam dan siang.” (HR. Muslim, Kitab Shalatil Musafirin wa Qashriha, no. 815, dari sahabat Ibnu ‘Umar )

Abu Sufyan Al Musy